Aksi Nyata Untuk Purworejo

Sahabatku, sekitar satu minggu yang lalu, Purworejo diguyur hujan deras tepatnya pada tanggal 19 Desember 2013, 15.00 WIB hingga 20 Desember 2013 ~keesokan harinya. Volume air meningkat, 4 sungai besar di Purworejo meluap akibatkan 11 kecamatan tergenang air. Salah satu daerah bernama Desa Rowodadi Kecamatan Grabag capai 4 meter ketinggian air sehingga hanya atap bangunan saja yang terlihat. Berdasarkan data dari Posko LPM Muhammadiyah Purworejo, 4 orang meninggal dunia yaitu Wongso Suwito (85), Rinayah (48), Siti Aminah (8), dan 1 orang belum dikenali. Ini merupakan bencana banjir dan longsor yang paling parah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sejak tahun 2000 lalu.

Persaudaraan bagaikan sebuah bangunan, saling menguatkan. Juga diibaratkan seperti satu tubuh, satu bagian mendapati luka maka bagian lainnya juga ikut merasakan, berupaya mengobati. Pada tanggal 29 Desember 2013, Universitas Ahmad Dahlan dalam gerakan Aksi Nyata untuk Purworejo, menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah, tepatya di Posko PCM Kutoarjo. Alhamdulillah, uang sebesar Rp 18.039.100,- diserahkan, serta bantuan lain berupa sembako, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan bayi juga tersalurkan. Relawan UAD yang mewakili 10 fakultas , ikut berpartisipasi membersikah Sekolah Dasar Rowodadi Grabag, yang tenggelam sedalam 4 meter saat bencana. “Ini wujud kepedulian kita kepada saudara yang sedang ditimpa musibah. Kita UAD, kita berbagi” tutur Idham Leipary, Presiden Mahasiswa UAD. Dalam sela-sela kesibukan recovery bencana, Diki Anwar Sani, Sekretaris LPB Muhammadiyah Purworejo menuturkan, “kami semakin percaya, UAD peduli dengan masyarakat”.