BERDOA UNTUK INDONESIA TERCINTA

save_asap
BERHARAP DIHADIRKAN HUJAN, BERHARAP DIUSAPKAN TANGIS, BERHARAP DISUDAHKAN TIRANI

Sejauh mata memandang, tak nampak apa yang dipelataran,
Sekuat hidung menghirup, tak mampu nafas bersambut,
Kepul itu kian menguning dan menebal,
Menyesakkan setiap jiwa yang rindu akan kayanya bumi pertiwi,

Keagungan negeri ini sirna sudah,
Seiring dengan nyanyian lirih menjemput ajal,
menguras segala apa yang masih tersisa,
bersama lantunan ilalang yang mulai mengabu,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bencana yang melanda di Negara Indonesia saat ini adalah Bencana kabut asap yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan dan bahkan meluas sampai di berbagai negara tetangga. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat asap pekat akibat kebakaran hutan masih mengepung Sumatera , Kalimantan dan sebagian Papua pada kamis, 22 Oktober 2015 kemarin. Akibat asap pekat tersebut, jarak pandang semakin pendek juga kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan dan pendidikan yang semakin memburuk. (Tribunnews.com)

Saudaraku, apa yang terjadi di negeri kita tercinta ini adalah peringatan dari Allah supaya kita selalu ingat kepada setiap titahnya. Asap yang akhir-akhir ini semakin beringas menelan jiwa, kemiskinan hati sekelompok orang yang hanya memikirkan diri sendiri, semuanya sudah menjadi rencana Allah. Do’a kita hanyalah semoga dalam rencana Allah itu, kita diadakan sebagai salah satu diantara jiwa-jiwa mujahid yang disiapkan Allah.
Berbagai ikhtiar kita usahakan dari berbagai segi. Baik itu materil mau pun moril. Baik itu sumbangan atau pun sekedar ucapan hangat di jejaring social kita. Namun saudaraku, kembalilah kita ingat, bahwasanya kita memiliki Allah yang Maha segala akan alam semesta ini. Selain berikhtiar dalam membantu saudara-saudara kita dipelosok negeri, mari bersama-sama kita gempur semua ini dengan do’a. kita rapatkan shaff, dan kita mohon ampun dan petunjuk kepada Allah, karena sejatinya kita hanyalah makhluk yang buta, dan Allah adalah Maha Mengetahui.
Saudaraku, mari bersama-sama rapatkan shaff di dalam SHOLAT ISTIQA’ yang insya’Allah akan dilaksanakan pada:
Hari : Minggu, 25 OKtober 2015 M
Tempat : HALL KAMPUS III UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
Pukul : 06.30 WIB
Imam & Khotib : Ust.Fajar Rachmadhani, Lc.
Sifat : UMUM (MAHASISWA, DOSEN, KARYAWAN, WARGA,UMUM)

Besar harapan kita, setiap do’a yang kita panjatkan akan meringankan beban bumi pertiwi, membasahi setiap jengkal api yang enggan berhenti.
Saudaraku, rasakan apabila kita,orang tua kita, saudara kita, berada diposisi mereka ,bersama kepulan asap yang kian menebal? Akankah tawa riang masih sempat terlintas? Apakah sempat terpikir update status di berbagai jejaring social? Jangan itu, apakah sempat kita bernafasa barang semenit? Sementara kita berpikir, mungkin kepul asap sudah memenuhi rongga dada kita.
Mari bersama bertindak untuk sebuah kebaikan 
Jangan lupa saudaraku, siapkan infaq terbaik 

Sholat Istisqa sendiri adalah suatu ibadah tertentu yang berwujud doa – doa atau sholat untuk meminta kepada Allah diturunkan hujan pada masa terjadinya kemarau dan musim kering yang panjang. Dalam Putusan Tarjih, dituntukan bahwa minta hujan itu dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Apabila berkelompok maka diperlukan adanya imam atau dengan melakukan sholat. Setelah sholat istisqa dianjurkan untuk melakukan khutbah istisqa sesuai dengan hadist Abu Hurairah riwayat Ahmad berikut :
“ Dari Abu Hurairah ra (dilaporkan) bahwa dia berkata: Nabi saw pada suatu hari keluar untuk melakukan istisqa’, lalu ia sholat mengimami kami dua rakaat tanpa adzan dan tanpa iqamat. Kemudian dia berkhutbah dan berdoa kepada Allah, seraya menghadapkan mukanya kea rah kiblat, sambil mengangkat kedua tangannya, kemudian memmutar jubabnya, sehingga ujung kanannya berada di sebelah kiri dan ujung kiri berada di sebelah kanan.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).
Tata cara pelaksanaan sholat istisqa adalah yang pertama, sholat dua rakaat, sebagaimana sholat ied, rakaat pertama takbir tujuh kali dan kedua lima kali. Ibnu Abbas; “ lakukan pada istisqa seperti pada waktu ied”. Selanjutnya, rakaat pertama disunnahkan rakaat pertama surat Al A’la dan rakaat kedua surat Al- Ghasiyah. Kemudian setelah sholat diteruskan dengan khutbah dua kali, berdoa menghadap kiblat dengan mengangkat kedua tangan dan dianjurkan imam keluar bersama masyarakat.

123 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *