Latar Belakang Rising Orange

123

Sudah berlangsung selama berabad-abad, tradisi perayaan ulang tahun telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat di berbagai belahan bumi tanpa kebanyakan dari mereka memahami seluk beluk, makna dan nilai dari perayaan ulang tahun. Sejak munculnya perayaan ulang tahun pada zaman kegelapan Eropa, perayaan ini mengalami evolusi seiring dengan perkembangan zaman. Perayaannya menjadi semakin “menyenangkan” dan “mewah” karena pengaruh hedonisme disebabkan oleh efek samping kapitalisme sebagai sistem ekonomi, politik dan budaya yang dianut di era globalisasi. Fenomena ini tidak dapat dibiarkan berjalan lepas tanpa batas dari sudut pandang Islam. Elemen “menyenangkan” dan “mewah” yang diminati sebagai trend paradigma manusia saat ini telah membuat kebanyakan umat Islam lalai dari mengingat Allah. Kebiasaan bermewah-mewahan itu pula yang menyebabkan kebanyakan manusia saat ini berfikir superfisial dan semakin mengalami kesulitan untuk menggali nilai-nilai Aqidah, Akhlak serta kebijaksanaan kehidupan dalam kesederhanaan demi meraih kebahagiaan hakiki. At-Takaathur ayat 1 dan 2 telah memperingatkan tentang perkara itu, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” Pernyataan itu juga didukung dengan tes yang mengambil 80 mahasiswa UAD sebagai sampel. Hasilnya sesuai dengan apa yang telah diprediksi dalam Al-Quran bahwa 80 mahasiswa tersebut mengakui sedang dalam keadaan yang lalai dari mengingat Allah. Stadium general tentang bagaimana menyikapi globalisasi dengan Islam pun dilaksanakan pada Jumat, 16 Oktober 2015 sebagai tindak lanjut dari penelitian itu. Setelah menyatukan pandangan, 80 mahasiswa itu dipersiapkan sebagai panitia Rising Orange. Dengan wawasan baru tersebut, 80 mahasiswa itu kini telah menunjukkan tekad kuat untuk menjadi the saint of Allah dan berjuang untuk menjadikan milad UAD ke 55 bukan sebagai perayaan namun sebagai ajang refleksi diri atau muhasabah agar civitas akademika UAD mampu mengoreksi dan memperbaiki kualitas diri sehingga mampu membangkitkan UAD menuju Indonesia kemajuan.

Dimulai dari kesadaran panitia Rising Orange tentang pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai Islam dalam setiap lini kehidupan, aktivitas pencerahan diperluas jangkauannya melalui event-event Rising Orange. Segala aktivitas yang berlangsung dalam kepanitiaan maupun agenda yang akan diselenggarakan dilandaskan pada pertimbangan untuk membangun kesadaran diri untuk mendekatkan diri kembali pada Yang Maha Kuasa; melenyapkan budaya hedonisme dengan merancang event-event yang mengajak mahasiswa untuk menggali nilai-nilai, bukan menilai permukaan; menumbuhkan sikap autokritik pada diri civitas akademika UAD; meningkatkan gairah mahasiswa untuk berperan aktif dalam segala aktivitas yang ada di UAD demi meraih prestasi akademik maupun non-akademik; dan untuk merancang event-event penuh makna yang secara tehnis efektif dan efisien. Pada akhirnya, upaya penanaman nilai-nilai Islam itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas moral yang diintegrasikan dengan perkembangan intelektual civitas akademika UAD sehingga slogan moral and intellectual integrity dapat benar-benar hidup dan menghidupi.

Sebagai penutup, kami selaku panitia pelaksana milad UAD 55 Rising Orange meminta do’a dan dukungan dari seluruh civitas akademika UAD untuk menjalankan misi mulia ini.
DAFTAR PERTANYAAN DALAM TES PANITIA
ANGKET REFLEKSI DIRI
1. Apakah hal terpenting dalam hidupmu saat ini? Kenapa?
……
2. Apa tujuan hidupmu? Kenapa?
……
3. Dalam pandanganmu, apa yang salah dengan kehidupan ini? Kenapa?
……
4. Jika 7 hari lagi Anda meninggal dunia, sebutkan 5 hal yang akan Anda lakukan dalam
7 hari kedepan! Kenapa?
……

74 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini